Jumat, 20 Maret 2015

Anita Sepupuku

Halo semua, para pembaca  setia CD9, seperti yang saya utarakan semalam kali ini saya ingin memberikan sebuah cerita baru, cerita ini di langsir dari kisah nyata seseorang yang ingin berbagi pada kalian semua, tapi ingat ambillah sisi positifnya dari cerita ini,, baik langsung saja cus ke TKP,,

Cerita ini terjadi pada tahun 1997. Ini merupakan ceritaku nyata. Pada saat aku masih kuliah di semester 2, ibuku sakit dan dirawat di kota S. Oh, iya aku tinggal di kota L. Cukup jauh sih dari kota S. Karena ibuku sakit, sehingga tidak ada yang masak dan menunggu dagangan. Soalnya adik-adikku semua masih sekolah. Akhirnya aku usul kepada ibuku kalau sepupuku yang ada di kota lain menginap di sini (di rumahku). Dan ide itu pun disetujui. Maka datanglah sepupuku tadi.
Sepupuku (selanjutnya aku panggil Anita) orangnya sih tidak terlalu cantik, tingginya sekitar 160 cm, dadanya masih kecil (tidak nampak montok seperti sekarang). Tetapi dia itu akrab sekali dengan aku. Aku dianggapnya seperti kakak sendiri.
Nah kejadiannya itu waktu aku lagi liburan semester. Waktu liburan itu aku banyak menghabiskan waktu untuk menunggu dagangan ibuku. Otomatis dong aku banyak menghabiskan waktu dengan Anita. Mula-mulanya sih biasa-biasa saja, layaknya hubungan kami sebagai sepupu. Suatu malam, kami (aku, Anita, dan adik-adikku) sudah ingin tidur. Adikku masing-masing tidur di kamarnya masing-masing. Sedang aku yang suka menonton TV, memilih tidur di depan TV. Nah, ketika sedang menonton TV, datang Anita dan nonton bersamaku, rupanya Anita belum tidur juga.


Sambil nonton, kami berdua bercerita mengenai segala hal yang bisa kami ceritakan, tentang diri kami masing-masing dan teman-teman kami. Nah, ketika kami sedang nonton TV, dimana film di TV ada adegan ciuman antara laki-laki dan perempuan (sorry udah lupa tuh judul filmnya).
Eh, Anita itu merespon dan bicara padaku, “Wah temenku sih biasa begituan (ciuman).”
Terus aku jawab, “Eh.. Kok tau..?”
Rupanya teman Anita yang pacaran itu suka cerita ke Anita kalau dia waktu pacaran pernah ciuman bahkan sampai ‘anu’ teman Anita itu sering dimasuki jari pacarnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jarinya masuk.

Setelah kukomentari lebih lanjut, aku menebak bahwa Anita nih ingin juga kali. Terus aku bertanya padanya, “Eh, kamu mau juga nggak..?”
Tanpa kuduga, ternyata dia mau. Wah kebetulan nih.
Dia bahkan bertanya, “Sakit nggak sih..?”
Ya kujawab saja, “Ya nggak tahu lah, wong belum pernah… Gimana.., mau nggak..?”
Anita berkata, “Iya deh, tapi pelan-pelan ya..? Kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar, ‘anunya’ jadi sakit.”
“Iya deh..!”, jawabku.
Kami berdua masih terus menonton film di TV. Waktu itu kami tiduran di lantai. Kudekati dia dan langsung tanganku menuju selangkangannya (to the point bok..!). Kuselusupkan tangan kananku ke dalam CD-nya dan kuelus-elus dengan lembutnya. Anita tidak menolak, bahkan dengan sengaja merebahkan tubuhnya, dan kakinya agak diselonjorkan. Saat merabanya, aku seperti memegang pembalut, dan setelah kutanyakan ternyata memang sejak lima hari lalu dia sedang menstruasi.
Aku tidak mencoba membuka pakaian maupun CD-nya, maklumlah takut kalau ketahuan sama adik-adikku. Dengan CD masih melekat di tubuhnya, kuraba daerah di atas kemaluannya. Kurasakan bulu kemaluannya masih lembut, tapi sudah agak banyak seperti bulu-bulu yang ada di tanganku. Kuraba terus dengan lembut, tapi belum sampai menyentuh ‘anunya’, dan terdengar suara desisan walau tidak keras. Kemudian kurasakan sekarang dia berusaha mengangkat pantatnya agar jari-jariku segera menyentuh kemaluannya. Segera kupenuhi keinginannya itu.

Waktu pertama kusentuh kemaluannya, dia terjengat dan mendesis. Kugosok-gosok bibir kewanitaannya sekitar lima menit, dan akhirnya kumasukkan jari tengahku ke liang senggamanya.
“Auw..,” begitu reaksinya setelah jariku masuk setengahnya dan tangannya memegangi tanganku.
Setelah itu dengan pelan kukeluarkan jariku, “Eeessshhh..”, desisnya.
Lalu kutanya, “Gimana..? Sakit..?”
Dia menggeleng dan tanpa kusadari tangannya kini memegang telapak tangan kananku (yang berada di dalam CD-nya), seakan memberi komando kepadaku untuk meneruskan kerjaku.
Sambil terus kukeluar-masukkan jariku, Anita juga tampak meram serta mendesis-desis keenakan. Sementara terasa di dalam CD-ku, batang kemaluanku juga bangun, tapi aku belum berani untuk meminta Anita memegang rudalku (padahal aku sudah ingin sekali). Sekitar 10 menit peristiwa itu terjadi. Kulihat dia tambah keras desisannya dan kedua kakinya dirapatkan ke kaki kiriku. Sepertinya dia telah mengalami klimaks, dan kami akhirnya tidur di kamar masing-masing.

Hari berikutnya, aku dan Anita siap-siap membuka warung, adikku pada berangkat sekolah, sehingga hanya ada aku dan Anita di warung. Hari itu Anita jadi lebih berani padaku. Di dalam warungku sambil duduk dia berani memegang tanganku dan menuntunnya untuk memegang kemaluannya. Waktu itu dia memakai hem dan rok di atas lutut, hingga aku langsung bisa memegang selangkangannya yang terhalang CD dan pembalut. Kaget juga aku, soalnya ini kan lagi ada di warung.
“Nggak pa-pa Mas.., khan lagi sepi”, katanya dengan enteng seakan mengerti yang kupikirkan.
“Lha kalo ada pembeli gimana nanti..?”, tanyaku.
“Ya udahan dulu, baru setelah pembelinya balik, kita lanjutin lagi, ok..?”, jawabnya.
Dengan terpaksa kuraba-raba selangkangannya. Hal tersebut kulakukan sambil mengawasi di luar warung kalau-kalau nanti ada pembeli datang. Sementara aku mengelus selangkangannya, Anita mencengkeram pahaku sambil bibirnya digigit pelan tanda menikmati balaianku. Peristiwa itu kuakui sangat membuatku terangsang sekali, sehingga celana pendekku langsung terlihat menonjol yang bertanda batang kejantananku ingin berontak.

“Lho Mas, anunya Mas kok ngaceng..?”, katanya.
Ternyata dia melihatku, kujawab, “Iya ini sih tandanya aku masih normal…”
Aku terus melanjuntukan pekerjaanku. Tanpa kusadari dia pun mengelus-elus celanaku, tepat di bagian batang kemaluanku. Kadang dia juga menggenggam kemaluanku sehingga aku juga merasa keenakan. Baru mau kumasukkan tanganku ke CD-nya, tiba-tiba aku melihat di kejauhan ada anak yang sepertinya mau membeli sesuatu di warungku.
Kubisiki dia, “Heh ada orang tuh..! Stop dulu ya..?”
Aku menghentikan elusanku, dia berdiri dan berjalan ke depan warung. Benar saja, untung kami segera menghentikan kegiatan kami, kalo tidak, wah bisa berabe nanti. Sehabis melayani anak itu, dia balik lagi duduk di sebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhenti. Seharian kami melakukannya, tapi aku tidak membuka CD-nya, karena terlalu beresiko. Jadi kami seharian hanya saling mengelus di bagian luar saja.
Malam harinya kami melakukan lagi. Aku sendirian nonton TV, sementara adikku semua sudah tidur. Tiba-tiba dia mendatangiku dan ikut tiduran di lantai, di dekatku sambil nonton TV. Kemudian tiba-tiba dia memegang tanganku dan dituntun ke selangkangannya. Aku yang langsung diperlakukan demikian merasa mengerti dan langsung aku masuk ke dalam CD-nya, dan langsung memasukkan jariku ke kemaluannya. Sedangkan dia juga langsung memegang batang kejantananku.

“Aku copot ya CD kamu, biar lebih enakan”, kataku.
Dia mengangguk dan aku langsung mencopot CD-nya. Saat itu dia memakai rok mininya yang tadi, sehingga dengan mudah aku mencopotnya dan langsung tanganku mengorek-ngorek lembah kewanitaannya dengan jari telunjukku. Aku juga menyuruh mengeluarkan batang kejantananku dari CD-ku, sehingga dia kini bisa melihat rudalku dengan jelas, dan dia kusuruh untuk menggenggamnya. Kukorek-korek kemaluannya, kukeluar-masukkan jariku, tampaknya dia sangat menikmatinya. Kulihat batang kemaluanku hanya digenggamnya saja, maka kusuruh dia untuk mengocoknya pelan-pelan, namun karena dia tidak melumasi dulu batangku, maka kemaluanku jadi agak sakit, tapi enak juga sih.

“Eehhhsssttt… Eehhhsssttt… Ouw.., eehhhsssttt… Eehhhsssttt… Eehhhssstt..”
Begitu erangannya saat kukeluar-masukkan jariku.
Kumasukkan jariku lebih dalam lagi ke liang kewanitaannya dan dia mendesis lebih keras, aku suruh dia agar jangan keras-keras, takut nanti adikku terbangun.
“Kocokkannya lebih pelan dong..!”, kataku yang merasa kocokkannya terhenti.
Kupercepat gerakan jariku di dalam liangnya, kurasakan dia mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya ke depan dan ke belakang, seakan dia lagi menggauli jariku.
Dan akhirnya, “Oh.., oohhh.. Oohhh.. Ohhh..” Rupanya dia mencapai klimaksnya yang pertama, sambil kakinya mengapit dengan keras kaki kananku.
Kucabut jariku dari kemaluannya, kulihat masih ada noda merah di jariku. Karena aku belum puas, aku langsung pergi ke kamar mandi dan kutuntun Anita. Di kamar mandi aku minta dia untuk mengocok batang kejantananku dengan tangannya. Dia mau. Aku lepaskan celanaku, setelah itu CD-ku dan batang kejantananku langsung berdiri tegap. Kusuruh dia mengambil sabun dan melumuri tangannya dengan sabun itu, lalu kusuruh untuk segera mengocoknya. Karena belum terbiasa, sering tangannya keluar dari batangku, terus kusuruh agar tangannya waktu mengocok itu jangan sampai lepas dari batangku. Setelah lima menit, akhirnya aku klimaks juga, dan kusuruh menghentikan kocokannya.

Seperti pagi hari sebelumnya, kami mengulangi perbuatan itu lagi. Tidak ada yang dapat kuceritakan kejadian pagi itu karena hampir sama dengan yang terjadi di pagi hari sebelumnya. Tapi pada malam harinya, seperti biasa, aku sendirian nonton TV. Anita datang, sambil tiduran dia nonton TV. Tapi aku yakin tujuannya bukan untuk nonton, dia sepertia ketagihan dengan perlakuanku padanya. Dia langsung menuntun tanganku ke selangkangannya. Aku bisa menyentuh kewanitaannya, tapi ada yang lain. Kini dia tidak memakai pembalut lagi.
“Eh, kamu udah selesai mens-nya..?”, tanyaku.
“Iya, tadi sore khan aku udah kramas, masa nggak tau..?”, katanya.
Aku memang tidak tahu. Karena memang aku kurang peduli dengan hal-hal seperti itu. Aku jadi membayangkan yang jorok, wah batang kejantananku bisa masuk nich. Kuraba-raba CD-nya. Tepat di lubang kemaluannya, aku agak menusukkan jariku, dan dia tampak mendesis perlahan. Tangannya kini sudah membuka restleting celana pendekku, selanjutnya membukanya, dan CD-ku juga dilepaskankan ke bawah sebatas lutut. Digenggamnya batang kejantananku tanpa sungkan lagi (karena sudah sering kali ya..?). Aku juga membuka CD-nya, tapi karena dia masih memakai rok mini lagi, jadi tidak ketahuan kalau dia sekarang bugil di bagian bawahnya. Dia kini dalam keadaan mengangkang dengan kaki agak ditekuk. Kuraba bibir kemaluannya dan dengan agak keras, kumasukkan seluruh jari telunjukku ke lubang senggamanya.

“Uhhh.. Essshhh.. Eessshhh.. Essshhh..”, begitu desisnya waktu kukeluar-masukkan jariku ke lubang senggamanya.
Sementara dia kini juga berusaha mengocok batang keperkasaanku, tapi terasa masih sakit. Kukorek-korek lubang kemaluannya. Lalu timbul keinginanku untuk melihat kemaluannya dari dekat. Maklumlah, aku khan belum melihat langsung bentuk kemaluan wanita dari dekat. Paling-paling dari film xxx yang pernah kutonton. Kuubah posisiku, kakiku kini kuletakkan di samping kepala Anita, sedangkan kepalaku berada di depan kemaluannya, sehingga aku dengan leluasa dapat melihat liang kewanitaannya. Dengan kedua tanganku, aku berusaha membuka bibir kemaluannya.

Tapi, “Auw.. Diapaain Mas..? Eshhh.. Uuhhh.”, desisannya tambah mengeras.
“Sorry.., sakit ya..? Aku mo lihat bentuk anumu nih, wah bagus juga yach..!”, sambil terus kukocokkan jariku.
Kulihat daging di lubangnya itu berwarna merah muda dan terlihat bergerak-gerak.
“Wah, jariku aja susah kalo masuk kesini, apalagi anuku yang kamu genggam itu ya..?”, pancingku.
Dia diam saja tidak merespon, mungkin lagi menikmati kocokan jariku karena kulihat dia memaju-mundurkan pantatnya.
“Eh, sebenarnya yang enak ini mananya sich..?”, tanyaku.
Tangan kirinya menunjuk sepotong daging kecil di atas lubang kemaluannya.

“Ini nich.., kalo Mas kocokkan jarinya pas menyentuh ini rasanya kok gatel-gatel tapi enak gitu.”
“Mana.., mana.., oh ini ya..?”, kugosok daging itu (yang kemudian kuketahui bernama klitoris) dan dia makin kuat menggenggam batang kemaluanku.
“Ahhh. Auu.. Enakkkk Maaasss… Eeehhh… Aaahhh.. Truusss Masss, terusiinn.. Ohhh..!”
Tangannya setengah tenaga ingin menahan tanganku, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu.
Dan akhirnya, “Uhh.. Uhhh.. Uuhhh.. Ahhh.. Aahhh.”, dia mencapai klimaks.

Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan.
Lalu kubertanya, “Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh nggak..? Pasti lebih enakan..!”
Dia hanya mengangguk pelan dan aku segera merubah posisiku menjadi tidur miring sejajar dengan dia. Kugerakkan batang kejantananku menuju ke lubang kemaluannya. Kucoba memasukkan, tapi rasanya tidak bisa masuk. Kurubah posisiku sehingga dia kini berada di bawahku. Kucoba masukkan lagi batangku ke lubangnya. Terasa kepala anuku saja yang masuk, dia sudah mendesis-desis.

Kudorong lebih dalam lagi, tangannya berusaha menghentikan gerakanku dengan memegang batangku. Namun rasanya nafsu lebih mendominasi daripada nalarku, sehingga aku tidak mempedulikan erangannya lagi.
Kutekan lagi dan, “Auuuwww.. Ehhssaaakkkiittt..!”
Aku berhasil memasukkan batang anuku walau tidak seluruhnya. Aku diam sejenak dan bernapas. Terasa anunya memeras batangku dengan keras.
“Gimana, sakit ya.., mo diterusin nggak..?”, tanyaku padanya sambil tanganku memegang pantatnya.
Dia tidak menjawab, hanya terdengar desah nafasnya. Kugerakkan lagi untuk masuk lebih dalam. Mulutnya membuka lebar seperti orang menjerit, tapi tanpa suara.

Karena dia tetap diam, maka kulanjuntukan dengan mengeluarkan batangku. Dan lagi-lagi dia seperti menjerit tapi tanpa suara. Saat kukeluarkan, kulihat ada noda darah di batangku. Aku jadi kaget, “Wah aku memperawaninya nih.”
“Gimana.., sakit nggak.., kalo nggak lanjut ya..?”, tanyaku.
“Uhhh.. Tadi sakiiittt sich… Uhhh. Geeelii.” Begitu katanya waktu anuku kugesek-gesekkan.
Setelah itu kumajukan lagi batang kejantananku, Anita tampak menutup matanya sambil berusaha menikmatinya. Baru kali ini batangku masuk ke liangnya wanita, wah rasanya sungguh nikmat. Aku belum mengerti, kenapa kok di film-film yang kulihat, batang kejantanan si pria begitu mudahnya keluar masuk ke liang senggama wanita, tapi aku disini kok sulit sekali untuk menggerakkan batang kejantananku di liang keperawanannya. Namun setelah beberapa menit hal itu berlangsung, sepertinya anuku sudah lancar keluar masuk di anunya, maka agak kupercepat gerakan maju-mundurku di liangnya. Kurubah posisiku hingga kini dia berada di bawahku. Sambil masih kugerakkan batangku, tanganku berusaha mencapai buah dadanya. Kuremas-remas buah dadanya yang masih kecil itu bergantian, lalu kukecup puting buah dadanya dengan muluntuku.
Dia semakin bergelinjang sambil mendesis agak keras. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 10 menitan, kaki Anita berada di pantatku dan menekan dengan keras pantatku. Kurasa dia sudah orangasme, karena cengkeraman bibir kemaluannya terhadap anuku bertambah kuat juga. Dan karena aku tidak tahan dengan cengkeraman bibir kemaluannya, akhirnya, “Crot.. Crot.. Crot..”, air maniku tumpah di vaginanya. Serasa aku puas dan juga letih. Kami berdua bersimbah keringat. Lalu segera kutuntun dia menuju kamar mandi dan kusuruh dia untuk membersihkan liang kewanitaannya, sedangkan aku mencuci senjataku. Setelah itu kami kembali ke tempat semula.

Kulihat tidak ada noda darah di karpet tempat kami melakukan kejadian itu. Dan untung adik-adikku tidak bangun, sebab menuruntuku desisan dan suara dia agak keras. Lalu kumatikan TV-nya, dan kami berdua tidur di kamar masing-masing.
Sebelum tidur aku sempat berfikir, “Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nich..!”

Sewaktu aku sudah kuliah lagi (dua hari setelah kejadian itu), dia masih suka menelponku dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingatnya dan dia ingin mengulanginya lagi. Aku jadi berpikir, wah gawat kalo gini. Aku jadi ingat bahwa waktu itu aku keluarkan maniku di dalam liang keperawanannya.
“Wah, bisa hamil nich anak..!”, pikirku.
Hari-hariku jadi tidak tenang, karena kalau ketahuan dia hamil dan yang menghamili itu aku, bisa mampus aku. Setelah sebulan lewat, kutelpon dia di rumahnya. Setelah kutanya, ternyata dia dapat mens-nya lagi dua hari yang lalu. Lega aku dan sekarang hari-hariku jadi balik ke semula.
Begitulah ceritaku saat menggauli sepupu sendiri, tapi dasar memang sepupuku yang agak “horny”. Tapi sampai saat ini kami tidak pernah melakukan perbuatan itu lagi.

==»»SEKIAN  ««==

Kamis, 19 Maret 2015

Kebijakan Terbaru Dari Google

Selamat malam sahabat setia CD9, sudah lama tak memberikan cerita-cerita yang hangat ya :D , iya nie tapi besok atau lusa saya akan berikan berita-berita dan cerita yang menarik untuk kalian semua. 

Kali ini saya akan memberikan sedikit info untuk kalian semua, untuk saat ini website ini sudah harus menggunakan konten dewasa, hal ini dikarenakan sudah banyaknya pengunjung yang aktif untuk membaca cerita-cerita yang menarik yang telah kami sajikan, dan ternyata kami juga tidak menyangka ternyata ada kebijakan dari google yang meminta website kami harus dirubah dalam content dewasa, kalau tidak website ini akan di blackcklis atau dengan kata lain website ini akan dihapus, maka dari itu kami sebagai admin pengelola website ini akan merubah sedikit peringatan di awal pada saat akan membuka website ini, yaitu adanya pemberitahuan bahwa website ini masuk kedalam kategori dewasa, tetapi kalian semua tidak perlu kuatir karena ini tidak akan mengganggu asyiknya kalian membaca. ini semua kami lakukan demi memenuhi kebijakan dari google dan menghormati kalian semua yang setia mengunjungi website kami.

Kami memiliki cara-cara untuk masuk ke website kami, yang pertama jika kalian masuk atau mangakses website ini dan ada peringatan di awal seperti gambar 1.1 dibawah ini, tidak perlu kuatir, kalian bisa klik tombol berwarna orange yang bertuliskan "SAYA MENGERTI DAN SAYA INGIN MELANJUTKAN" jika sudah maka kalian akan langsung bisa masuk dan mengakses halaman ini dengan leluasa.
Gambar 1.1 Tampilan Awal masuk website

Baik mungkin hanya ini yang bisa kami sampaikan, untuk perhatiannya kami mengucapkan terimakasih, untuk para pengunjung setia CD9 terimakasih, tanpa kalian website ini tidak ada apa-apanya. mungkin sekian dulu dari kami selamat beraktifitas, kalau masih membaca dibaca saja semoga bermancaat, ambil sisi positifnya dari cerita-ceritanya, Selamat Malam dan sampai jumpa kembali.

Salam Hangat,

Administrator 1 CD9


Kamis, 20 November 2014

Mitos Keperawanan. Menurut Kalian Apa??



Cerita-Dewasa99 - Sampai saat ini masih banyak informasi salah yang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat, termasuk mengenai keperawanan seorang wanita. Padahal beberapa teori sudah menunjukkan bukti bahwa mitos-mitos tersebut sama sekali tidak benar. Terlepas dari wacana itu, sebenarnya ada beberapa mitos yang cukup populer mengenai keperawanan wanita. Apa saja? Coba simak berikut ini.

Mitos #1 Wanita yang sudah tidak perawan berjalan dengan kaki mengangkang. Mitos yang satu ini terdengar konyol. Pasalnya keperawanan tidak ada hubungannya dengan cara berjalan yang ditentukan oleh fisik tiap-tiap wanita. Misalnya seberapa lebar tulang pinggul atau seberapa besar lingkar pahanya.

Mitos #2 Rambut di antara alis rontok setelah wanita kehilangan keperawanannya. Mitos yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana jika seorang wanita memang tidak memiliki rambut di antara alis atau alisnya memang tidak tersambung sama sekali?
Mitos #3 Pantat wanita yang bundar seketika jadi rata setelah tidak perawan. Jika ini benar, bagaimana dengan wanita yang terlahir dengan bagian pantat yang memang kurang berisi? Lagipula keelastisan otot bagian tubuh tersebut tidak akan terpengaruh setelah seorang wanita bercinta.

Mitos #4 Wanita yang perawan memiliki payudara yang menunjuk ke atas. Tidak benar, buktinya banyak juga wanita perawan yang memiliki payudara kendor.

Mitos #5 Payudara jadi tambah besar jika wanita kehilangan keperawanan. Sebenarnya mitos ini dikaitkan dengan kemaluan pria yang ‘membengkak’ ketika terangsang. Sifatnya pun sementara dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa ukuran payudara adalah penanda keperawanan seorang wanita.

Mitos #6 Urine wanita perawan sangat bersih dan berkilauan. Jangan percaya mitos yang satu ini. Sebab keperawanan tidak bisa dibuktikan dengan tes urine layaknya kehamilan. Lagipula kualitas urine tergantung pada kebiasaan minum seseorang.

Mitos #7 Wajah wanita yang tidak perawan berbeda dengan yang masih perawan. Hal ini biasanya dikatakan oleh para pria. Jika benar begitu, seperti apa perbedaannya? Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab karena hal itu cuma mitos dan tidak benar.

Mitos #8 Wanita perawan akan mengalami pendarahan ketika bercinta untuk yang pertama kalinya, jika tidak, artinya wanita itu sudah tidak perawan. Inilah mitos yang cukup beredar luas dan dipercaya banyak orang.

Sekarang, mari kita bongkar faktanya. Pendarahan ketika bercinta biasanya terjadi ketika selaput dara robek. Padahal, bisa jadi seorang wanita sudah pernah mengalami pendarahan tersebut dan bukan gara-gara bercinta, melainkan akibat olahraga berat atau kecelakaan. Selain itu, beberapa wanita yang masih perawan bisa jadi memiliki selaput dara yang sangat fleksibel. Sehingga selaput tersebut tidak robek dan wanita tidak mengalami pendarahan. Itulah berbagai mitos populer tentang keperawanan wanita.

Setelah terbongkar, apakah Anda masih percaya dengan semua hal tersebut?

Rabu, 19 November 2014

Arti Cinta


Suatu Hari si Udin yang berumur 5 tahun terlihat kebinggungan, lalu Emak nya pun bertanyaa.

M : Emak Udin
U : Udin

M : Napa lu din? kok bengong gitu?
U : Udin binggung nih mak...

M : Binggung Knapa lu din?
U : Arti Cinta apa ya Mak?

M : Kalo itu entar lu entar malem intip kak Siti sama Bang Bejo Pacaran..


Keesokan harinya Emaknya melihat si Udin yang masih kebinggungan.

M : Gimana din, uda tau arti cinta tuh apaan?
U : gak tau juga mak, udin masih binggung nih.

M : emang semalam lu gak ngintip Kak Siti sama Bang Bejo pacaran?
U : ada mak, maka itu udin masih binggung.....gini ceritanya mak.....
pas udin intip tuh, kak Siti ma Bang Bejo masuk kekamarnya Kak Siti, nah ada jendela jadi Udin bisa ngintip tuh...., terus bang bejo mencium kening dan pipi kak Siti, terus kak Siti keknya sesak nafas gitu, nafasnya ngos-ngosan lalu bang bejo membuat nafas buatan untuk Kak Siti...

M : hah... Nafas buatan? *mulai terkejut*
U : Iya Mak, lalu Bang Bejo langsung Buka baju Kak siti dan mencium hati kak siti, mungkin karena nafas buatan nya gak berhasil....

M : hah...apa ? *makin terkejut*
U : Dan sepertinya ada sesuatu yang gak beres didalam celana Bang bejo, Kak siti dan bang bejo buru2 buka celana nya bang bejo...

M : apa....*kaget tak karuan*

U : iya mak, rupanya didalam celana Bang Bejo ada Lelenya mak, besar pula....

M : astaga......

U : nah disana Kak siti mencoba ngebunuh tuh Lele, didudukinya tuh lele, digigit-gigit, kunyah-kunyah.....diremas-remas juga....akhirnya tak berapa lama tuh lele Muntah dan mati lemes mak....nah gitu mak, udin masih belum ngerti arti Cinta mak

M : *Gubrraakkkk Pingsan

Jadi Batu

Dua orang anak laki-laki yang sedang mencapai masa pubertas, yaitu Paijo dan Agus sedang bermain di pinggir sungai. Tiba-tiba Agus masuk ke dalam semak yang kebetulan ada di dekat situ. Paijo menunggu sambil keheranan, tapi setelah menunggu beberapa lama Agus tidak keluar-keluar. Paijo pingin tahu lalu ia pun masuk dalam semak tersebut.

Dari dalam semak itu, Paijo dan Agus menginting seorang cewek yang sedang mandi. Tiba-tiba lagi Paijo keluar dari semak dan berlari pulang. Agus kaget lalu tanpa pikir panjang mengikuti Paijo. Sampai di rumah Agus bertanya kepada Paijo.

Agus : “Kenapa tadi kamu lari?”

Paijo : “Ibuku bilang kalau aku melihat cewek telanjang, nanti tubuhku akan berubah jadi batu. Tadi aku sudah merasakan ada bagian tubuh yang mulai mengeras. Makanya aku cepat-cepat pergi dari situ!”

Agus : “Ooooh begitu.” sambil mengangguk mengerti.
------

Selasa, 18 November 2014

Cerita Kiriman

Cerita Dewasa 99 - Ini ada ceria real asli dr nara sumber langsung yg aq dapatkan dr orangnya langsung..
simak ya (kata2 asli dari nara sumber) . . . .

saya dulu maniak sex dari smp..udah sering nonton film pornosaya sering banget onani sambil ngebayangin cewe2 yang ada dideket saya melakukan hubungan intim sama saya...saat masuk kuliah saya baru bisa merasakan nikmatnya di sepong, dan ngerasain jilat memek mba..apa lagi sampai ngewe gitu...saat itu posisi saya masih punya pacar...saya kurang puas karna pacar saya ga pernah mau kasih vaginanya kesaya...dan cuma emut2 dada dia dan ngocok kemaluan saya..saya bosan dan akhirnya saya coba2 cari wanita lain...akhirnya saya kenal dengan seorang yang namanya melda melda badanya kecil,cuma dada sama bokongnya padat..saat saya kenal, dia type gadis pendiam, saya minta no hpnya dan kemudian komunikasian..lanjut2 terus saya telpon dan pertama saya ngobrol masalah kerjaan,keluarga bla2,, biasalah...kemudian dai bertanya saya sedang apa saya jawab saja saya sedang nonton film begituan..hihihi dan kemudian dia bertanya apa enaknya nonton ilm begituan...aku kaget haaaah ya aku jawab aku cuma bisa nonton doank dan ga bisa ngelakuin karena aku belum pernah begituan..trus dia tanya apakah selama kamu pacaran apa kamu ga pernah di service ama pacar kamu...certa kami mulai ke arah sex mba...ya aku jawab dengan polos aku cuma bisa onani aja dikamar aku balik nanya kedia....apa kamu udah pernah?? aku sering ama pacar aku....aku kaget banget sumpah cewe pendiem kaya gitu ternyata pengalaman sexnya lebih dari aku..aku sekalian aja ngeberaniin diri...kamu bisa ajarin aku ga mel..??itu kalo kamu mau ... dia jawab" hemmm gmana ya...mau bayar aku pake apa?? aku berfikir kalo dia itu adalah jablay...eh ternyata dia cuma becanda dia setuju dan kebetulan ada tugas kelompok dari kampuss...kami janjian untuk ngerjain tugas dirumah aku mba..aku sms dia supaya dateng kerumah agar lebih awal..dan ternyata dia dateng kerumah pagi sekali...aku kaget dia pakai baju yang super ketat..dan tau ga mba dia ga pakai BH dan CDkontol aku langsung tegang se tegang2nya....dan aku beranjak mandi....huuuhhh mimpi apa aku semalam...saya kelar mandi lalu saya balik kekamar...dengan sehelai handuk tanpa pakai daleman yang lain saya aga malau karna kontol saya menonjol terlalu tegang jadi imbul dari daalam handuk...simelda langsung memerhatikan sya..waw apaan tuh? aku senyum malu mba...kemudian dia menarik aku mba aku pun duduk disebelahnya mba..nafasnya dah ga karuan dan dadanya di tempelkan ke lengan ku...huuhh ga karuan perasaan ku...dia aktif banget pertama2 bibir aku di elus dengan sentuhan jarinya da kemudian bibirnya melumat bibirku dengan ganas banget si melda memasukan lidahnya kedalam mulut aku..sangat beringas beda dengan dia yang seperti biasanya anak pendiam...tetapi jika soal sex engap saya...kemudian dia turun menjilati setiap jengakl tubuh saya. sampai akhirnya di dia kulu kemaluan saya mba..uuhhhh mantep banget aku geli, linu, dan juga gairah aku tambah naik..karna baru itu aku di sepong wanita.trus dia minta gantian dia yang di service mba...
saya mulai dari menjilati kedua putingnya kanan dan kiri
kemudian saya disuruh menjilati vaginanya mba...ternyata bulunya halusss banget saya jilat mulai dari klitorisnya sampai ke lubangya saya masukan dengan lidah saya walau pun aga asin tapi membuat saya bernafsu mba...saya jilat terus dan dia mulai mendesahhhhh..rasanya apa si mba kalo di jilat memeknya???(enak ya)terusss saya masukan jari saya ke mulut vaginanya dia mendesah lagi dan mulai menggoyang2 kan badannya mungkin dia mulai larut kedalam nafsu birahinya...cukup lama saya saya memainkan jari saya kedalam vaginanya sampai becek banget....nafsu saya dah di ujung ubun2 saya..kemudian saya masukan kontol saya mba..aga susah karna saya baru pemula...sering meleset dan membuat dia kesakitan..akhirnya dia menarik kontol ku mengarahkan ke vaginanya mba...ya ampuuunn enak sama kaya di sepong cuma ini sedotanya kuat banget sperti dipijit....kemudian saya coba maju mundurkan dia bialng pelan2 yaaa...punya kamu keras banget...aku terus memaju mundurkan kontolku....dia terus mendesaaaahh achh aaacch...kamu belom pernah tapi enak banget goyangan kamu...aku bilang aku belajar dari video bokep...kemudian dia ingin di atas mba...di posisi ini dia ga mau ngasih aku ampun aku bilang kontol aku dah ngerasa linu dia masih aja ngegenjot memeknya ke kontol aku...aku takut kalo aku muncra di dalam dan dia hamill..aku mendesaah sejadinyaa dan ga lama berselang dia diam dan aku ngerasain kaya ada yang berdenyut di vaginanya dan keluar carian entah dari mana dan dia cuma melenguh dan diam saja dan aku menggoyangkan badan ku tapi dia melaarang jangandulu aku lagi orgasme..ooohhhhhh....dan setelah itu dia kembali menggenjot dengan lebih cepat " dalam hati ini cewe egois banget aku tadi ngersa lini dia ga peduli" kemudian dia meminta saya berdiri dan dia nungging mba..diposisi ini saya benar2 ngerasa perkasa karna genjotan saya berlangsung lama dan kali ini saya ga kasih ampun dia..sampe2 dia bialng bentarr duluuu oooohhh sebentar dunnkk aku mau keluaarrr...aku tetep goyangin badan aku mba terusss dia sampe berteriak dan langsung tergeletak lemah tetapi kontol aku masih nyangkut di memeknya...oohhhh dia pun bilang kamu lama amat keluarnyaa aku dah lemes banget...laah aku juga ga tauu aku bilang ...aku terusin ya...dan ida cuma ngangguk dan meringis nahan antara sakit ama nikmat mba....aku kocok cepat mungkin dan dia pun sampe ngomong ga jelas aku ga peduli...aku goyang terusss desahan dia sampe ke ujung suaranya mungkin...aku pun mendesah sebisa aku karenan memang memek dia menjepit semakin lama semakin kencang.....dan sampe akhrnya saya cabut kontol saya dan keluar di pantatnya....owwww saya langsung nyender di pantatnya...dia diem aja dan sambil tengkurep..masih dieem aja aku takut kalo dia kenapa2..dan dia bilang kamu dah puas lom.??aku cukup puas kalo belom masukin lagi aja..tetapi kontol aku dah mengkerut....aku bilang nanti aja ya...takut anak2 dateng...aku terus ambil spray kamarku dan ganti dengan yang baru...aku memebersihkan diri dan dia juga ga sampe 10 menit kami berssssih2 temen2 aku datang huuuuhh..selamat..sampai akhirnya tugas kuliah di kerjain mereka pulang dan si melda ngbisikin aku. makasih ya...keras banget...???pas malem dia bilang kapan2 aku mau lebih kuat dari kamu aku ga mau kalah sama pemula..dah gitu si mba cerita aku...sama2 punya pacar tapi kita maen diem2 karana merasakan kepuasan masing2....terjadi bulan november 20, 2011.



Kamis, 28 Agustus 2014

Seks Pertamaku Dengan Tetangga


Aku seorang pemuda yang baru menginjak usia 16 tahun, dan untuk menambah uang sakuku, aku bekerja sebagai pencucu mobil tetangga.Kendaraan kesukaanku adalah mobil tetangga Leslie.Pertama dia memiliki kendaraan audi yang cantik dan kedua pemilik kendaraan tersebut memiliki tubuh yang sangat seksi! hahaha..
Bagiku yang masih bau kencur ini, pemilik mobil tersebut yang jauh lebih tua dariku (usia 20 tahun) tetap memiliki aura gadis muda yang erotis walaupun kini ia hidup terpisah dengan suaminya karena kasus selingkuhan sang suami dengan salah satu pegawai admin di kantor tersebut.
Aku telah menyelesaikan tugasku (mencuci mobilnya) dan segera menekan bel pintu rumahnya untuk memberitahukan bahwa tugasku telah selesai.
Aku mendengar suara dari dalam, “Masuklah”.
Aku membuka pintu dan segera masuk.Leslie segera turun dari anak tangga dengan mengunakan handuk mandinya.Handuk tersebut sangat kecil sehingga sedikit saja keatas maka bagian kemaluannya akan terlihat jelas.
“Ma’af”, jawabku malu melihat kondisi demikian. “Rasanya anda memperkenankan saya masuk”
“Tidak, saya tadi bilang saya akan segera datang.” Dia menjelaskan. “Tapi, sudahlah tidak apa.”
“Mobilnya telah siap.” Balasku kembali.
“Berapa, $5 nggak masalah?” Dia bertanya.
“Tidak apa.” balasku kembali.
Mbak Leslie melihat disekeliling ruang tamu dan mengambil tasnya yang berada di sofa kursi.
Ia mencoba meraih tas tersebut sambil menahan handuknya. Satu tangan menahan handuk, tangan lainnya berusaha membuka tasnya.Karena tas tersebut agak sulit dibuka dengan satu tangan, ia berusaha dengan cepat melepaskan tangan satunya untuk membantu membuka tas tersebut. Sedangkan handuk tersebut hanya sedikit terkunci melipat.Dia berusaha mengatur posisinya agar aman bagi handuknya…tetapi handuk itu malah slip dan mencoba melorot.Gerakan refleksi tangannya terlambat untuk menahan handuk yang terlepas tersebut.
Aku melihat sebuah pemandangan payudara yang sangat mengasyikan dan mengagumkan!Aku menelan air ludah.!
Setelah dibenahi kembali posisi handuk tersebut, ia mengeluarkan sejumlah uang dari tasnya dan itu cuma $3.
“Hmmm…sepertinya kurang”, gumamnya…kemudian ia kembali membuka tasnya dan berusaha menekan handuknya dengan kedua sisi lengan tangannya.
Dlm pencarian sisa $2 tsb, handuk tersebut terlepas kembali dan kali ini ia membiarkan saja.
Oh…my….god..payudara begitu kencang, bulu vagina yang begitu halus dan rapi serta pinggul dan pantat yang sangat mengembang!Perfect body!!!!
“Ia bergumam datar tanpa menoleh kepadaku; kupikir kamu tidak masalah dengan segitu saja?”. Dan terus fokus untuk mencari sisa uang dalam tasnya
“Tidak.” balasku.
“Baiklah, kalau begitu.Aku akan memberikan sisanya esok saja.” Ia membalas cepat.
“Bukan, bukan itu maksudku (masalah sisa uang tsb),” balasku sambil melotot memandang tubuhnya. “Saya belum pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, maksudku.”
“Benarkah?” Dia bertanya kalem.
“Ya…hanya di buku dan tv.” balasku.
“Jadi bagaimana menurutmu?” Dia bertanya sambil mendekat.
“Anda begitu cantik sekali.” kataku sedikit gemetar.
“Terima kasih.” Dia membalas sambil berada tepat sejengkal dihadapanku. Aku dapat merasakan panas dari tubuhnya.
Leslie kemudia menarik tanganku dan menempelkannya diatas payudaranya, lembut…kejal….dan celanaku menjadi tidak karuan bentuknya. AKu merasa tidak nyaman dengan posisi penis didalam celanaku.
Leslie meraih ikat pingangku dan membuka kancing jeans ku. Dan melorotkannya!
Penisku mengembang didalam celana dalamku dan mengarah kesamping.
Kemudian ia meraih penisku dari dalam celana dalamku. Saat yang kunanti telah tiba.
“Kamu sudah besar ya…”jawabnya pada penisku sambil tersenyum. “Biar aku yang mengurusmu!.” katanya nakal pada penisku sambil menyentil kemaluanku.
Aku hanya diam seribu bahasa. Ia menarikku untuk tidur dilantai.Kemudian ia menindihku.
“Aku yakin ini tidak akan lama.” katanya mengoda sambil mengerayangi tubuhku hingga menuju batang penisku.
“Ee…” hanya itu yang bisa aku ucapkan.
Aku merasa ia mencium penisku dan kemudian ada terasa hangat pada saat penisku berada dalam mulutnya.Tak terbayangkan rasa itu, dia berhenti sejenak dan kemudian melahap penisku sangat dalam hingga aku merasa menyenggol kerongkongannya.
Dia benar! Karena ini merupakan pengalaman pertama bagiku, aku tidak kuasa menahan semua tekanan darah dalam penisku.Penisku mulai mengencang hebat dan rasanya dengan hisapan demikian aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencegah spermaku keluar.
Penisku menyemprot sperma dalam mulutnya!.Mbak Leslie tidak juga melepas lumatan penisku, ibarat bayi yang sedang menyusui…ia menghisap semua spermaku dan menjilat semua sperma yang masih membekas di penisku.
“Bagaimana rasanya…sayang?” Dia bertanya.
“Wowwww, enak sekali mbak.” balasku.
Ia kemudian berbaring disampingku. Aku berbalik dan segera menindihnya.Aku meremas dan mengelus semua bagian tubuhnya.
Aku bergerak kearah mulutnya dan segera melumat bibir mungil itu. Kamipun saling fiting lidah.Aku mencoba meraih bagian vagina dengan tanganku dan segera menarik dan mengesek itil dari mbak leslie.
“Kalem dong sayang.” mbak leslie segera meraih tanganku dan membimbingnya untuk mengosok bibir dan clitorisnya dengan perlahan.
KAmi terus melanjutkan ciuman kami, kemudian ia menekan kepalaku kebawah menuju arah vaginanya.Aku tahu ia ingin aku melumat vaginanya.Kulihat vagina itu sudah mulai basah dan aku mencoba menusuknya dengan jariku. Tetapi mbak leslie masih dalam kontrol yang baik, ia meraih tangaku untuk mengesek bagian luarnya lebih dahulu.Kulihat itil nya turun naik merasakan birahi yang sudah mulai naik pada wanita ini.
Kemudian ia memegang jariku untuk masuk dalam vaginanya.
Jarikupun masuk sedalamnya dalam vagina mbak leslie. Tak lama kemudian kedua paha mbak leslie merapat dan menjepit jariku.
Kurasakan gerakan ‘kembang kempis dan panas’ dalam vagina tersebut.Sepertinya vagina tersebut lagi berusaha ‘mengemut’ jariku!.
Aku hanya bisa menatap tubuh dan wajahnya yang cantik. Rambutnya yang terurai berantakkan menambah kekagumanku atas tubuh wanita ini.
“Apakah kamu berfikir ini sudah nikmat?” Dia bertanya mendadak.
“Ya.” balasku.
“Ohhh…belum sayang.” balasnya kemudian.
Dia melepaskan jariku dalam vaginanya dan mandorongku untuk tidur dilantai. Kemudian dengan cekatan ia sudah berada diatasku.Ia meraih penisku dan mengarahkan dalam vaginanya.
Dia benar, saat penisku mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginanya, pikiranku kosong dan menerawang entah kemana.Hingga vagian itu menelan semuanya dan menyentuh buah zakarku….aku seperti terbang tinggi.
Kemudian ia melipatkan kakinya dan layaknya seorang joki, ia mengangkat cukup tinggi pantatnya dan menghujamkan dengan keras pada penisku….wooooowwwww…..that’s really fucked!!!!
Dan mulailah irama tungangan kuda yang cukup kencang dilakukan mbak leslie.Penisku dipelintir kesana kemari. Kiri-kanan, maju-mundur….
Sepertinya ia ingin mematahkan batang penisku !
“Ini nikmat sekali tante…!.” kataku menjerit.
“Aku membutuhkan itu.” Dia membalas sambil terengah-engah. “3 bulan kesendirianku akan kubalas padamu!” Katanya geram sambil menghempaskan vaginanya pada penisku!
Sepertinya mbak leslie menumpahkan semua birahi terpendam akibat kejengkelan dengan sang suami.
Ini bagaimana cara ia mengenjot penisku dengan ‘kasar’.
“Bisakah kau rasakan ini?” balasnya sambil mengigit bibirnya sendiri dan membengkokkan penisku kedepan.
Aku merasa penisku ditarik dan dikait vagina mbak leslie kesana kemari.
Rasanya sedikit keras dan sakit…tapi tetap kurasakan rasa nikmat yang liar dari style seperti ini….
“Bagaimana dengan ini?” sambil ia memaksa memasukkan sedalam-dalamnya penisku dalam vaginanya.Mimiknya sedikit geram pada tubuhku, dan rasanya ia ingin menelan buah zakarku….liar sekali…
Tak ada genjotan yang halus!…..Semua sentakan dan benturan mengunakan tenaga kuda!
Tak ada yang dikurangi…’Bagaimana dengan ini…hah?!” sahutnya geram sambil menghujamkan vaginanya dalam penisku dan digoyangnya pinggulnya sehingga membuat batang penisku seperti melintir….
Liar sekali….!..ia seperti kerasukan setan!…
Aku merasakan spermaku sudah akan keluar kembali…”Mbak aku sudah tidak kuat..” balasku memberitahunya….
“Tak apa sayang…keluarkan saja apa yang kamu punya..” jawabnya sambil terengah-engah.
“Didalam?”, balasku lagi…
“He…eh…” balasnya sambil menghujam penisku bertubi-tubi….
Ia menunduk dan mengigit putingku….”auwwww…” teriaku sedikit menjerit…
“Pelan2 mbak..”, pintaku…
Mbak leslie tidak perduli sambil terus mengigit putingku kiri dan kanan, ia memutar pantatnya seperti gilingan!
Aku sudah tidak kuat…Mbak aku sudah hampir mau keluar…!
“Sabar sayang, mbak juga….kita barengan..” pintanya.
Dan akhirnya ia berkata, “kamu siap?”, sambil terus memompa penisku dengan irama yang sungguh cepat!
“Yaaaa…”,balasku.
Dan karena tak kuasa lagi, kusemprotkan spermaku dalam vagina itu, serrr…serrr…serrr…3x kali kusemprotkan spermaku dalam vagina mbak leslie dan rasanya nikmattttttttttt sekaliiiiii.Sepertinya “kedutan” vagina itu siap2 untuk hal yang sama…Dan tak lama kemudian segera ia bangkit mengangkangiku dan menyuruhku untuk menyodok semua jariku dalam vaginanya….
Lima jariku-pun kumasukkan dalam vagina tersebut…dan kusodokkan keluar masuk….
“Aku sudah mau keluarrrr….” jawab mabak leslie berteriak panjang.
Dan benarlah…jemariku semakin merasakan “jepitan kedut-kedut’ dalam vagina itu…
Kemudian tiba2 ia menarik dan mengeluarkan tanganku…dan memberikan vaginanya ke arah mukaku…
“Masukkan lidahmu sayang….masukkan!”, perintahnya sedikit memaksa!
“Owww…geli bercampur ngeri…”, bathinku…
Vagina itu nampak becek sekali akibat spermaku!
Mbak leslie segera menjambak rambutku dan menyodorkan mukaku secara rapat ke vagina nya…
“Masukkan sayang lidahmu…dan mainkan!”, katanya memohon sambil memaksa.
Aku memasukkan semua lidahku dalam vagina itu dan mengerakkannya seperti ular dalam gua…
Ia menuntaskan dengan mengeluarkan sperma nya dalam kurun waktu yang cukup lama pada lidahku dan sperma itu mengalir masuk dalam mulutku…Ia berteriak keras, “ouwwwwww….yess….yessss..”, entah berapa kali semprotan halus spermanya menyentuh lidahku.
“Suck me babe…suck me”, katanya sambil menjambak rambutku.
Rasanya lama sekali ia mengeluarkan pejuh nya….
“Rasakan itu…boy…rasakan!”, cerocosnya ngawur dan geram..
Ia benar2 menumpahkan semua orgasmenya pada mulutku!
“Ooohh…yeah…that’s right….”, katanya sedikit mengakhiri orgasme tersebut.
Aku tidak bisa berbuat apa2…jambakannya begitu keras dan dengan kepalaku yang sedikit mengangkat, maka sperma campuran itu tertelan olehku…
Asin…anyir…dan aku rasanya mau muntah….
“Oooohhhh….yesss…”, jawabnya lega sambil belum melepaskan jambakan tanganya pada rambutku.
Seolah ia ingin aku menghabisi semua sperma yang ada pada vagina tersebut..Aku sudah tidak tahan dan segera aku berontak….karena aku tersedak hebat dan mau muntah jika dipaksakan terus….
Akupun melompat dan segera kuhempaskan kesamping tubuh mbak leslie…
Aku terbatuk dan tersedak…Ku keluarkan sisa sperma yang masih ada dalam mulutku…
Mbak leslie hanya memandangku dengan tertawa kecil dan puas…
“Bagaimana sayang..?”, jawabnya lemas sambil tersenyum
“Luar biasa mbak..”, jawabku sekenanya setelah kondisiku sudah mulai tenang.
“Kalau ada waktu, kita lakukan ini kembali ya say…”, balasnya meminta.
“Ya…kita lihat nanti gimana keadaanya..”, balasku capek.
“Benarkah?” balasnya.
“Ya”, jawabku enteng.
Akhirnya kami sudahi permainan tersebut, dan uang $5 tidak jadi kuambil…
Rasanya pengalaman ini jauh lebih berharga.
Akhirnya kami melakukan kembali pada waktu tertentu, hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke negara bagian karena kasus cerai dengan mantan suaminya telah selesai.
Selamat tinggal mbak leslie…kataku dalam hati menghantarkan kepergiannya.

SEKIAN . . .


by Admin CD9

Senin, 21 April 2014

Penyebab Kenapa Wanita Sulit Orgasme?


Banyak faktor yang menyebabkan Wanita tidak merasakan Orgasme dalam berhubungan Seks dengan pasangan.

Faktor fisik
Penyebab yang paling sering adalah tidak tersentuhnya Klitoris saat berhubungan intim. Padahal sebenarnya sebagian besar Wanita membutuhkan sentuhan langsung untuk merasakan orgasme.

Penyebab lainnya adalah kelelahan atau dalam keadaan sakit. Tubuh Wanita tidak dapat dipaksakan untuk berhubungan.

Faktor Medis
Beberapa penyakit dapat membuat Wanita sulit merasakan Orgasme. Penyakit-penyakit seperti Vaskular, Neurologis atau kekurangan hormon kerap menjadi faktor medis susahnya mencapai Orgasme.

Efek samping dari obat tertentu juga dapat menyebabkan Wanita tidak Orgasme. Selain itu, operasi panggul juga dapat merusak saraf, sehingga Wanita susah untuk terangsang. Kalau hal-hal di atas terjadi, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter Anda.



Faktor Psikologis
Dalam faktor psikologis, cara menanggulanginya terbilang gampang-gampang susah. Faktor psikologis penyebabnya ada di dalam pikiran, sehingga Anda tidak dapat fokus dalam 'permainan'.

Kekhawatiran karena takut terdengar anak, kurang percaya diri pada bentuk tubuh, atau tidak merasa nyaman dengan tempat bercinta menjadi contoh penyebab sulitnya Wanita merasakan Orgasme karena faktor psikologis.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa sering Anda mencapai Orgasme dalam Berhubungan Intim?




By Cerita Dewasa99

 
Design by Cerita Dewasa99 | And | Creative by Scotlite.com - DS | My Google+